Senada dengan itu, Juru Bicara Perkumpulan, Iskandar, menilai kondisi ini tidak dapat dibiarkan berlarut. Ia menyebut banyak korban yang seharusnya sudah menempati hunian sementara maupun hunian tetap, namun hingga kini masih hidup dalam keterbatasan di pengungsian.
“Jika dalam waktu dekat tidak ada penyelesaian konkret, kami siap menggerakkan massa dalam jumlah lebih besar untuk mendatangi kantor bupati. Ini bentuk tekanan agar pemerintah segera bertindak,” tegasnya.
Situasi ini menambah daftar panjang sorotan terhadap kinerja penanganan bencana di daerah, sekaligus menjadi ujian serius bagi komitmen pemerintah dalam melindungi warganya di tengah kondisi darurat.[]
Editor: Ariadi B Jangka