Surati Presiden, Bocah Korban Banjir Ungkap Kepiluan di Tenda Pengungsian

March 19, 2026 - 20:58
Bocah korban banjir memperlihatkan surat terbuka untuk Presiden.

HABADAILY.COM—Suara lirih datang dari seorang anak korban banjir di Kabupaten Bireuen, Aceh. Nur Fitri (8), siswi sekolah dasar, menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, menceritakan kehidupan berat yang ia jalani selama berbulan-bulan di pengungsian.‎

‎Sudah sekitar empat bulan, Fitri bersama keluarganya tinggal di tenda darurat setelah rumah mereka rusak akibat banjir. Dari lokasi pengungsian di halaman Kantor Bupati Bireuen, ia menuliskan langsung isi hatinya di atas kertas sederhana.‎

‎Dalam surat tersebut, Fitri memperkenalkan dirinya sebagai pelajar SD yang kini tidak lagi memiliki rumah untuk ditinggali. Ia menggambarkan kondisi hidup di tenda yang jauh dari kata nyaman, terutama bagi anak-anak.‎

‎Ia mengaku harus menghadapi suhu ekstrem setiap hari, terik panas saat siang dan dingin menusuk tulang di malam hari. Ketika hujan turun, rasa takut kerap menghampiri hingga membuatnya menangis dalam diam.

‎Kerinduan terhadap kehidupan normal menjadi hal yang paling ia rasakan. Fitri ingin kembali belajar dengan tenang di rumahnya sendiri dan berangkat ke sekolah seperti anak-anak lainnya.

‎Harapannya semakin besar menjelang Hari Raya. Ia ingin merasakan suasana lebaran di rumah, bukan lagi di bawah tenda pengungsian.‎

‎Dalam suratnya, Fitri juga menyampaikan janji sederhana kepada Presiden. Ia bertekad untuk rajin belajar dan menjadi anak yang baik jika pemerintah dapat membantu membangun kembali rumahnya dan rumah warga lain yang terdampak banjir.‎

‎Di bagian akhir, Fitri menyampaikan permohonan mewakili anak-anak korban banjir lainnya di Bireuen. Ia berharap, pemerintah pusat dapat memberikan perhatian agar mereka bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.‎

‎Surat polos dari seorang bocah ini menjadi potret nyata kondisi para korban bencana yang hingga kini masih bertahan di pengungsian, menunggu kepastian untuk kembali hidup normal.[]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.