“Ketika masih ada dana yang belum digunakan sementara para korban masih membutuhkan bantuan, maka publik berhak meminta penjelasan dan audit atas pengelolaan dana tersebut,” ujar Murni di sela-sela aksi.
Selain itu, massa juga menyoroti bantuan Presiden Republik Indonesia sebesar Rp4 miliar yang diperuntukkan bagi penanganan korban banjir di Bireuen. Mereka berharap bantuan tersebut segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban dan mempercepat proses pemulihan.
Aksi tersebut turut diwarnai kesaksian sejumlah korban bencana yang menyampaikan langsung kondisi mereka. Suratin, warga Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, yang rumahnya rusak berat akibat banjir, menyampaikan harapannya agar pemerintah segera memberikan solusi bagi para penyintas.
“Kami hanya ingin hak-hak kami sebagai korban bencana dipenuhi. Kami membutuhkan tempat tinggal sementara dan bantuan agar bisa memulai kembali kehidupan kami,” ujarnya dengan suara bergetar.