Ceulangiek hadir langsung menjenguk para korban di halaman Kantor Bupati. Ia menjadi anggota DPRA pertama yang turun ke lapangan menemui para pengungsi sejak tenda didirikan. Selain meninjau kondisi, Ceulangiek juga menyerahkan santunan sebagai bentuk dukungan moril.
"Kami sangat prihatin melihat kondisi warga. Hari ini mereka terpaksa mendirikan tenda di halaman kantor bupati untuk menuntut haknya. Tidak mungkin mereka dibiarkan hidup berlarut-larut dalam kondisi seperti ini," tegas Ceulangiek.
Salah seorang warga, Jamilah, menyatakan bahwa aksi mereka di kantor bupati adalah bentuk protes atas ketidakjelasan janji pemerintah daerah.
Hal senada diungkapkan oleh M. Amin, korban banjir sekaligus eks kombatan GAM. Ia merasa sedih karena hingga kini usulan Huntara untuk mereka belum juga diproses oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen.