Pemerintah Aceh Didesak Bangun Huntara bagi Korban Banjir Bireuen

March 13, 2026 - 23:49
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dapil III Bireuen, Rusyidi Mukhtar, yang akrab disapa Ceulangiek, mendesak Pemerintah Aceh segera membangun Hunian Sementara (Huntara) bagi warga korban banjir di Kabupaten Bireuen. (FOTO: HO)

HABADAILY.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dapil III Bireuen, Rusyidi Mukhtar, yang akrab disapa Ceulangiek, mendesak Pemerintah Aceh segera membangun Hunian Sementara (Huntara) bagi warga korban banjir di Kabupaten Bireuen.

Desakan ini mencuat setelah sejumlah warga korban banjir mendirikan tenda darurat di halaman Kantor Bupati Bireuen pada Jumat (13/03/2026) di Bireuen.

Dari warga Desa Kapa dan Desa Salah Sirong tersebut terpaksa bertahan di tenda demi menagih kepastian bantuan hunian.

Di antara para pengungsi, terdapat keluarga eks kombatan GAM yang hingga kini masih hidup dalam kondisi darurat setelah rumah mereka hancur terdampak banjir.

Ceulangiek hadir langsung menjenguk para korban di halaman Kantor Bupati. Ia menjadi anggota DPRA pertama yang turun ke lapangan menemui para pengungsi sejak tenda didirikan. Selain meninjau kondisi, Ceulangiek juga menyerahkan santunan sebagai bentuk dukungan moril.

"Kami sangat prihatin melihat kondisi warga. Hari ini mereka terpaksa mendirikan tenda di halaman kantor bupati untuk menuntut haknya. Tidak mungkin mereka dibiarkan hidup berlarut-larut dalam kondisi seperti ini," tegas Ceulangiek.

Salah seorang warga, Jamilah, menyatakan bahwa aksi mereka di kantor bupati adalah bentuk protes atas ketidakjelasan janji pemerintah daerah.

Hal senada diungkapkan oleh M. Amin, korban banjir sekaligus eks kombatan GAM. Ia merasa sedih karena hingga kini usulan Huntara untuk mereka belum juga diproses oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen.

"Kami mohon Bapak Gubernur Aceh turun langsung melihat kondisi kami. Kami butuh Huntara. Sebagai eks kombatan, kami merasa kurang diperhatikan karena di Bireuen sendiri Huntara untuk kami belum diusulkan," ungkap Amin.

Menanggapi keluhan tersebut, Ceulangiek meminta intervensi cepat baik dari tingkat daerah maupun pusat. Ia menitipkan pesan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto serta jajaran Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.

"Kami memohon kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Aceh untuk peduli dan segera membangun Huntara agar masyarakat bisa tinggal di tempat yang lebih layak," pungkasnya.(*)

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.