Karena itu, para pengungsi memilih membawa langsung tenda mereka ke halaman kantor bupati. “Kami sudah terlalu lama hidup di tenda. Jika janji pemerintah tidak juga ditepati, kami akan tetap tinggal dan tidur di kantor bupati sampai ada kepastian,” ujar Suratin, salah satu pengungsi.
Aksi ini turut melibatkan perempuan, laki-laki hingga anak-anak yang ikut bertahan di lokasi tersebut, sebagai bentuk desakan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.
Kehadiran para pengungsi yang bermalam di kantor bupati menjadi potret nyata masih beratnya kehidupan korban terdampak bencana di Bireuen, sekaligus menjadi ujian bagi komitmen pemerintah daerah dalam menunaikan janji kepada rakyatnya.
Suratin didampingi warga lainnya mengaku mereka tidak akan pulang sebelum berjumpa dengan Bupati Bireuen H Mukhlis.[]