HABADAILY.COM – Meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan dan layanan medis di sejumlah kabupaten kota di Aceh yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor, Pemerintah Aceh secara resmi meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk segera mengerahkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK).
Permintaan ini diajukan untuk memperkuat respons penanganan darurat di wilayah yang dilanda bencana hidrometeorologi.
Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa HEOC (Health Emergency Operation Center) atau Klaster Kesehatan Provinsi telah diaktifkan sebagai pusat komando dalam penanggulangan krisis kesehatan.
Baca Juga: JICA dari Jepang Tawarkan Penanganan dan Pemulihan Pascabencana di Aceh
Posko HEOC kini beroperasi di Dinas Kesehatan Aceh, untuk Menghimpun informasi, memantau situasi lapangan, dan mengoordinasikan upaya respons cepat.
“Kondisi di lapangan membutuhkan tambahan personel kesehatan. Karena itu, kami meminta dukungan Kemenkes untuk menurunkan TCK ke wilayah terdampak,” Kata Murthalamuddin, pada Minggu (07 Desember 2025).
Kata Murthalamuddin, mereka bertugas memberikan layanan kesehatan minimal ketika fasilitas kesehatan setempat kewalahan atau sumber daya reguler tidak memadai.
Baca Juga: Tim Khusus China Turunkan Alat Deteksi Mayat dalam Lumpur di Aceh
“Kami berharap tambahan tenaga kesehatan dari pusat dapat memperkuat layanan di daerah, terutama untuk evakuasi medis, pelayanan di pos-pos pengungsian, serta penanganan penyakit berisiko pada masa tanggap darurat,” tambah Murthala.
Dengan pengaktifan HEOC dan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk mempercepat upaya penanggulangan krisis serta memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.
Editor: Suryadi