Kuliah Umum Prodi IAN FISIP UIN Ar-Raniry: Membongkar Mitos 'No Viral No Justice' dalam Pelayanan Publik

June 2, 2025 - 15:30
Kuliah Umum Prodi IAN FISIP UIN Ar-Raniry: Membongkar Mitos 'No Viral No Justice' dalam Pelayanan Publik, Senin (02/06/2025). (FOTO: Untuk Habadaily.com)
2 dari 3 halaman

Menurut Dian, hal ini dapat menciptakan pelaksana layanan yang pasif serta masyarakat yang mudah percaya terhadap informasi viral tanpa menyaring kebenaran dan sumbernya. Akibatnya, masyarakat sulit membedakan mana isu publik yang benar-benar perlu ditindaklanjuti dan mana yang sekadar hoaks atau sensasi media.

Dalam sesi diskusi, Dian juga menyoroti pentingnya keteladanan dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Menurutnya, pelaksana layanan semestinya menjadikan Rasulullah SAW sebagai role model utama, yang bahkan hingga akhir hayatnya masih mengingat dan mendoakan umatnya. Sikap peduli dan proaktif seperti inilah yang semestinya menjadi fondasi setiap pelayan publik.

"Ombudsman RI akan terus hadir sebagai lembaga yang mendengar, menerima, dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait layanan public," akunya.

Kuliah Umum Prodi IAN FISIP UIN Ar-Raniry: Membongkar Mitos 'No Viral No Justice' dalam Pelayanan Publik, Senin (02/06/2025). (FOTO: Untuk Habadaily.com)

Dian juga mengajak kolaborasi dengan Prodi IAN untuk membentuk komunitas Mahasiswa Peduli Layanan Publik dalam rangka meningkatkan pengawasan terhadap isu-isu mal-administrasi di lingkungan kampus.

Dalam menjalankan tugasnya, Ombudsman berpegang pada prinsip affirmative equity policy, yang menekankan keadilan substantif bagi kelompok yang termarjinalkan.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.