HABADAILY.COM — Malam ini, panggung megah Indoor Taman Seni Budaya Aceh, Banda Aceh, akan menjadi saksi puncak perayaan tiga dekade perjalanan musikal SuKamoSa. Sejumlah seniman dan penyanyi kenamaan asal Aceh siap memeriahkan acara yang berlangsung pada 25 Mei 2025 ini.
Acara ini menandai 30 tahun eksistensi SuKamoSa, sebuah grup musik visioner yang berhasil memadukan kekayaan musik tradisi Aceh dengan sentuhan modern, atau yang lebih dikenal di kancah internasional sebagai World Music.
Baca Juga: Pelopor World Music Tradisi Aceh, SuKamoSa Gelar Refleksi 30 Tahun Berkarya
SuKamoSa dikenal lewat eksplorasi ritme musik tradisi Aceh. Mereka mengolah melodi khas Aceh serta pola pukulan dinamis dari berbagai kesenian Rapa'i, menjadikannya ciri khas utama dalam setiap komposisi dan aransemen mereka.
"Malam ini adalah malam refleksi perjalanan berkesenian SuKamoSa selama 30 tahun. Kami akan menghadirkan Ram D, Fajar Siddig, Fadlan, Iswandi Basri, dan banyak lagi yang lainnya," kata Jamal Taloe kepada Habadaily.com, Minggu (25/05/2025).
Menurut Jamal Taloe, tiga puluh tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah komunitas seni. SuKamoSa telah melewati berbagai gelombang zaman, mulai dari masa konflik Aceh yang penuh tantangan, dahsyatnya tsunami, hingga era perdamaian dan pandemi COVID-19.
"Berbagai hambatan dan rintangan silih berganti menerpa. Namun, semangat 'Suara Kami Satu' terus membakar, mendorong kami untuk tetap eksis dan berkarya, memperkaya khazanah seni musik di Aceh," tambahnya.
"Penunjukan Musik Segenap" akan menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang ini, mengapresiasi kontribusi SuKamoSa dalam kancah musik World Music yang berakar kuat pada tradisi Aceh, dan menatap masa depan dengan semangat inovasi yang tak pernah padam," tutup Jamal Taloe.
Editor: Suryadi