HABADAILY.COM – Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan Garuda Indonesia dalam pelepasan ekspor perdana nilam Aceh ke Paris melalui jalur udara.
Ekspor nilam dalam jumlah signifikan menggunakan angkutan udara ini merupakan yang pertama kalinya, yang sebelumnya melalui jalur laut dari Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
Keberhasilan ini terwujud berkat kolaborasi antara Garuda Indonesia, ARC Nilam USK, Kanwil Bea Cukai Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh/Aceh Besar, serta PT. U Green.
“Kolaborasi ini menghidupkan kembali narasi perjuangan Garuda Indonesia dan nilam dalam konteks yang berbeda, yaitu gerakan ekonomi rakyat di era modern,” kata Rektor USK, Prof. Marwan, Senin (14/04/2025).
Prof. Marwan menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab USK dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi di tengah masyarakat.
“USK akan terus aktif dalam pemberdayaan petani, penyuling, hilirisasi, UMKM, hingga transfer teknologi untuk meningkatkan kualitas industri nilam Aceh dan Indonesia dari hulu hingga hilir,” jelasnya.
Direktur PT. U Green Aromatics International, Faisal Alfarisy, menyampaikan keistimewaan ekspor kali ini karena menggunakan jalur udara dengan maskapai Garuda Indonesia.
“Ini adalah sejarah baru dalam transportasi ekspor nilam dari Aceh. Kami telah melakukan 30 kali ekspor nilam ke Prancis, namun baru kali ini menggunakan pesawat terbang dengan nilai total Rp1,5 miliar,” ungkap Faisal.
General Manager (GM) Garuda Indonesia, Nano Setiawan, juga menyampaikan rasa syukur dan bahagianya atas partisipasi Garuda Indonesia dalam ekspor nilam perdana ini.
"Ini adalah kali pertama Garuda Indonesia melakukan pengiriman nilam ke Paris, dan dukungan penuh dari Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh sangat membantu dalam penyelesaian dokumen administrasi dalam waktu singkat," akunya.
Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan dukungan penuh terhadap industri hulu hilir nilam Aceh.
“Banda Aceh Kota Parfum Indonesia merupakan program unggulan 100 hari Illiza-Afdhal. Kita memiliki nilam, bungong jeumpa, seulanga, dan potensi lainnya sebagai bahan baku parfum unik dan berkualitas tinggi,” kata Illiza.
Acara pelepasan ekspor nilam ini juga dihadiri oleh petani dan penyuling nilam dari Kabupaten Aceh Besar dan Tamiang, perwakilan ILO Indonesia, PT. Global Mandiri USK, serta sejumlah pelaku industri nilam dan media massa.
Editor: Suryadi.