HABADAILY.COM - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menyoroti pentingnya perubahan gaya hidup masyarakat dalam upaya penurunan angka stunting di kota tersebut.
Illiza menekankan bahwa stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor kemiskinan, tetapi juga oleh gaya hidup masyarakat yang cenderung mengonsumsi makanan siap saji.
"Jadi, lifestyle ini harus diubah. Kalau hanya kemiskinan ini dapat diatasi dengan memberikan bantuan, tapi kalau lifestyle sulit diubah," kata Illiza saat menerima kunjungan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh di Pendopo Wali Kota, Rabu (5/3/2025).
Kata Illiza, Pihaknya berkomitmen untuk mendukung penuh upaya penurunan angka stunting di Banda Aceh. Ia akan menginstruksikan jajarannya untuk bekerja sama dengan BKKBN dan stakeholder terkait lainnya.
"Insya Allah komitmen kita tentang edukasi gizi kesehatan dan pelatihan secara intensif dan bisa kita kolaborasi dengan Kemenag ketika pranikah masyarakat diedukasi tentang peran ayah ibu dan keluarga tentang kesehatan untuk pemilihan gizi pada keturunannya," kata Illiza.
Beberapa program yang akan dilaksanakan dalam 100 hari kerja ke depan antara lain paket pangan bergizi, puskesmas keliling. Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan berbagai organisasi seperti majelis taklim, untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat, dan juga pemberdayaan masyarakat melalui PKK.
"Dengan kolaborasi kita bisa monitoring dan evaluasi. Saya tahu persoalan stunting harus dilakukan upaya penyembuhan," ungkapnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Sabrina Salim, menyampaikan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah pencegahan stunting, yang telah menjadi prioritas nasional.
"Di Banda Aceh, terdapat 781 keluarga yang terdata berisiko stunting dan perlu penanganan serius dari pemerintah kota," akunya.