HABADAILY.COM – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, meminta agar layanan penukaran uang pecahan kecil yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh dapat diperluas hingga ke masjid-masjid di wilayahnya.
Permintaan ini disampaikan Illiza dalam acara peluncuran kerja sama layanan penukaran uang pecahan kecil antara BI dan perbankan Provinsi Aceh, Selasa (4/3/2025), di halaman Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh.
Illiza menekankan bahwa masyarakat Banda Aceh, yang hidup dalam naungan syariat Islam, memiliki tradisi kuat dalam bersedekah. Ia merujuk pada ayat Al-Qur'an yang menekankan keutamaan bersedekah. Oleh karena itu, ia berharap layanan penukaran uang dapat memudahkan jamaah masjid dalam menyalurkan sedekah dan infak mereka dengan uang pecahan yang sesuai.
"Maka kami sangat berharap nantinya, kegiatan ini juga dapat menjangkau hingga ke masjid-masid yang ada di Banda Aceh agar jemaah dapat terbantu dalam bersedekah dan infaknya dengan uang terbaiknya," ujar Illiza.
Program "Serambi 2025", yang mengusung tema Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri, tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil selama bulan Ramadan dan Idul Fitri, tetapi juga melestarikan tradisi silaturahmi saat lebaran.
Illiza menyoroti tradisi pemberian "uang kecil" kepada anak-anak saat lebaran sebagai momen yang dinanti-nantikan.
Selain masjid, Illiza juga berharap layanan penukaran uang dapat hadir di pasar-pasar kuliner Ramadan, sebagai bentuk dukungan terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Ia mengapresiasi komitmen BI dalam menjaga ketersediaan uang rupiah di masyarakat selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.
"Masyarakat tidak perlu khawatir lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh uang tunai saat membutuhkannya," kata Illiza.
Ia menilai bahwa layanan kas keliling yang diluncurkan tepat waktu, di saat masyarakat sedang fokus meningkatkan ibadah dan menjalankan usaha di bulan suci Ramadan.