HABADAILY.COM – Dunia seni dan kemanusiaan Aceh berduka. T. Nazaruddin, seniman debus yang lebih dikenal sebagai Zal Debus, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada Rabu dini hari (29/1/2025).
Sebagai sosok yang sangat dihormati di kalangan seniman dan relawan RAPI, kepergian Zal Debus meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak.
Zal Debus, kelahiran Blangpidie 60 tahun lalu, dikenal luas sebagai maestro debus yang piawai. Kemampuannya menguasai berbagai senjata tajam dan teknik bela diri tradisional telah memukau banyak penonton. Selain berkecimpung di dunia seni, ia juga aktif sebagai relawan di Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dengan callsign JZ01BZD, menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama.
Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Zal Debus terjadi saat ia dalam perjalanan pulang usai melakukan aktivitas memancing. Benturan keras yang terjadi menyebabkan luka parah di kepala dan wajah.
Selain Zal Debus, dua pengendara sepeda motor lainnya yang terlibat dalam kecelakaan tersebut juga dilarikan ke IGD RSUDZA.
Kabar duka ini menyebar dengan cepat dan mengundang duka cita dari berbagai kalangan. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Akmil Husen, turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, semoga Almarhum diampuni segala dosanya, diterima segala amal ibadahnya serta diberikan kesabaran dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan." tulis melalui facebook Disnakermobduk.
Tidak hanya dari kalangan pejabat, ucapan belasungkawa juga mengalir dari para seniman, rekan-rekan sesama relawan RAPI, serta masyarakat luas.
Kepergian Zal Debus merupakan kehilangan besar bagi dunia seni dan kemanusiaan Aceh. Dedikasinya dalam melestarikan seni debus dan kepeduliannya terhadap sesama akan selalu dikenang.
Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.