Tanggul Diperkuat, Jembatan Darurat Mulai Dibangun di Aceh Tenggara

January 6, 2025 - 11:07
Pengerahan alat berat untuk perbaikan dampak banjir di Aceh Tenggara. [Dok. BPBA]

HABADAILY.COM – Otoritas terkait hingga kini masih berupaya menangani dampak banjir parah yang melanda Aceh Tenggara sejak pekan lalu. 

Dilaporkan dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Senin (6/1/2025), pemerintah setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara tengah fokus pada upaya pemulihan infrastruktur dan bantuan darurat bagi warga terdampak.

Kendati banjir mulai surut akibat sepekan dilanda hujan dengan intensitas tinggi, namun, dampaknya masih dirasakan di sejumlah wilayah. Permukiman, lahan pertanian, dan akses jalan utama seperti ruas jalan Kutacane-Medan serta jalan nasional Blangkejeren-Kutacane terputus akibat material banjir bandang dan longsor. 

“Sebanyak 15 desa di Kecamatan Leuser juga terisolir akibat kerusakan jembatan,” demikian laporan resmi Pusdalops BPBA.

Penjabat (Pj) Bupati Agara bersama forkopimda telah meninjau langsung lokasi terdampak. Sementara BPBD mengerahkan tiga unit ekskavator untuk membersihkan material banjir, memperkuat tanggul yang jebol di Desa Terutung Blang, Kecamatan Deleng Pokhkisen, dan memastikan bantuan masa panik didistribusikan kepada warga.

Dinas PUPR Aceh turut mengirimkan rangka baja untuk membangun jembatan darurat di Desa Kane Mende, Kecamatan Leuser. Alat berat telah tiba di lokasi, dan pekerjaan pembuatan tapak bronjong direncanakan dimulai keesokan harinya.

Hingga Minggu (5/1/2025) malam, air mulai surut di sebagian besar wilayah terdampak. Tidak ada laporan korban jiwa, sementara 43 Kepala Keluarga (KK) dengan total 171 jiwa terdampak masih dalam pendataan untuk potensi relokasi atau bantuan lebih lanjut. []

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.