Menurut dia, penyaluran earmark tahap satu sebesar Rp1,35 triliun untuk 6.494 desa, dan Rp899,15 miliar tahap dua untuk 6.465 desa. Kemudian penyaluran nonearmark tahap satu sebesar Rp1,05 triliun untuk 6.494 desa, dan tahap dua sudah Rp1,48 triliun untuk 6.464 desa.
“Secara total penyaluran Dana Desa baik earmark dan non earmark sudah mencapai Rp4,94 triliun atau 99,72 persen dari target 99,95 persen sampai akhir tahun,” katanya.
Sementara untuk realisasi tambahan Dana Desa atau insentif Dana Desa sudah mencapai Rp158,8 miliar untuk 1.270 desa, dan tersisa lima desa yakni empat desa di Kota Langsa dan satu desa di Aceh Tenggara.
“Bagi lima gampong yang belum salur tambahan Dana Desa agar segera menyiapkan dokumen surat pernyataan sesuai dengan PMK 145 tahun 2023 untuk disalurkannya tambahan Dana Desa,” ujarnya.
DPMG Aceh mencatat 12 daerah yang sudah menuntaskan pencairan Dana Desa yaitu Pidie Jaya dengan total Rp169,16 miliar untuk 222 desa, Aceh Barat Rp236,11 miliar untuk 321 desa, Banda Aceh Rp77 miliar untuk 90 desa, Simeulue Rp106,57 miliar untuk 138 desa, Sabang Rp15,63 miliar untuk 18 desa.
Selanjutnya, Kabupaten Aceh Jaya Rp128 miliar untuk 172 desa, Aceh Selatan Rp196,33 miliar untuk 260 desa, Bener Meriah Rp173,10 miliar untuk 232 desa, Gayo Lues Rp110,59 miliar untuk 136 desa, Subulussalam Rp69 miliar untuk 82 desa, Aceh Singkil Rp96,52 miliar untuk 116 desa, dan Bireuen Rp462,2 miliar untuk 609 desa.