Pemerintah Aceh Tekankan Pentingnya Merawat Memori Tsunami untuk Edukasi

November 12, 2024 - 13:48
Penjabat Gubernur Aceh Dr H Safrizal ZA M Si, menerima kunjungan silaturrahmi Konsulat Jenderal Malaysia Shahril Nizam Abdul Malek, bersama tim Mercy Malaysia, Siti Shaheeda, di ruang tengah Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (12/11/2024).

HABADAILY.COM – Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus menjaga ingatan akan bencana tsunami sebagai pelajaran berharga bagi generasi mendatang. Hal ini disampaikan oleh Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, saat menerima kunjungan Konsulat Jenderal Malaysia di Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (12/11/2024).

Safrizal menekankan bahwa tsunami adalah bencana alam yang berpotensi terjadi kembali. Oleh karena itu, peristiwa tsunami Aceh tahun 2004 yang menelan banyak korban harus dijadikan pelajaran agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana serupa di masa depan.

"Kami menyambut baik inisiatif Pemerintah Malaysia dan Mercy Malaysia yang akan menyelenggarakan berbagai kegiatan peringatan 20 tahun bencana tsunami di Museum Tsunami Aceh," ujar Safrizal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, menjelaskan bahwa Malaysia akan menggelar pameran yang menampilkan berbagai kegiatan bantuan kemanusiaan yang mereka lakukan pasca-tsunami di Aceh.

"Kunjungan Konsul Jenderal Malaysia hari ini bertujuan untuk mengundang Pak Pj Gubernur untuk membuka secara resmi acara tersebut yang akan berlangsung pada 26 Desember mendatang," tambah Almuniza.

Selain membahas persiapan peringatan 20 tahun tsunami, pertemuan tersebut juga membahas berbagai isu lain, seperti perdagangan, perkebunan, dan kesehatan.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.