HABADAILY.COM – Penjabat Gubernur Aceh, Safrizal ZA, menyuarakan keprihatinannya terhadap maraknya konten negatif di media sosial yang mudah diakses oleh anak-anak.
"Kami sangat khawatir dengan media sosial yang semakin tidak terkendali. Konten-konten negatif, terutama pornografi, sangat mudah ditemukan, terutama pada malam hari. Ini tentu sangat berbahaya bagi perkembangan anak-anak," kata Safrizal saat menerima kunjungan Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Ratna Susiawati, di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (26/9/2024).
Pj Gubernur juga menyoroti peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak. "Banyak orang tua yang kurang memahami teknologi dan tidak mampu mengontrol akses anak-anak ke internet. Ini menjadi salah satu faktor yang memperparah masalah," tambahnya.
Safrizal mengajak Kementerian PPPA untuk bekerja sama merancang program sosialisasi yang lebih efektif dan menarik bagi anak-anak.
"Kita perlu menggunakan pendekatan yang lebih modern, seperti melibatkan influencer dan membuat konten-konten kreatif. Anak-anak sekarang hidup di era yang berbeda, kita harus menyesuaikan cara kita berkomunikasi," ujarnya.
Safrizal juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mengatasi masalah ini.
"Perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Semua pihak harus terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak," tegasnya.
Deputi Menteri PPPA Ratna Susiawati menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah konkret. Salah satunya adalah dengan membentuk tim task force lintas instansi yang didukung oleh peraturan Gubernur.
"Kami juga akan terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lembaga perlindungan anak, serta memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil," ujar Ratna.
Editor: Suryadi