Sambangi MA, Wali Nanggroe Bahas Mahkamah Syar’iyah di Aceh

July 24, 2024 - 16:09
Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar dan Waliyul' Ahdi, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, melakukan kunjungan kerja ke Mahkamah Agung Republik Indonesia, Selasa (23/7/2024), di Jakarta. [Dok. Ist]

HABADAILY.COM – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar dan Waliyul' Ahdi, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, melakukan kunjungan kerja ke Mahkamah Agung Republik Indonesia, Selasa (23/7/2024), di Jakarta.

Kunjungan tersebut salah satunya dalam rangka membahas penguatan keberadaan Mahkamah Syar’iyah di Provinsi Aceh. Rombongan itu disambut langsung oleh Ketua Mahkamah Agung, Prof Muhammad Syarifuddin, didampingi Wakil Ketua Bidang Yudisial Prof Sunarto, dan Wakil Ketua Bidang Non Yudisial Suharto.

Sementara Wali Nanggroe juga turut didamping Staf Khusus M.Raviq, Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Sakwanah, Ketua Mahkamah Syar’iyah Sabang Yusnardi dan Ketua Mahkamah Syar’iyah Bireuen M. Syauqi.

Pertemuan selama dua jam ini membicarakan banyak hal. Di antaranya keistimewaan dan kekhususan Aceh.

“Mahkamah Syar’iyah merupakan salah satu lembaga yang termasuk dalam poin MoU Helsinki,” kata Malik Mahmud.

Ia meminta agar pemerintahan baru yang akan datang dapat memperhatikan keberadaan Mahkamah Syar’iyah sebagai lembaga kekhususan yang dimiliki Aceh.

Wali Nanggroe juga menyampaikan bahwa salah satu fungsi Mahkmah Syar’iyah adalah untuk mengawal berjalannya syariat Islam di Aceh.

Sementara itu, Mualem mengatakan bahwa keberadaan Mahkamah Syar’iyah di Aceh menjadi salah satu fokus perhatian penting bagi dirinya selama ini, dan akan terus dikawal serta ditindaklanjuti dengan berbagai kebijakan ke depannya.

Menanggapi kunjungan delegasi dari Aceh, Ketua Mahkamah Agung menyampaikan apresiasi dan terima kasih. “Suatu kehormatan bagi saya pada hari ini,” kata Prof Muhammad Syarifuddin. []

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.