HABADAILY.COM – Pj Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam pembangunan kota. Idealnya, kata dia, pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan moral, spiritual, dan intelektual masyarakat.
“Dalam konteks tersebut, peran ulama sangatlah penting,” kata Ade saat memberi sambutan pengukuhan unsur pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh masa khidmat 2024-2029, di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Selasa (23/7/2024).
Apalagi menjelang Pemilihan Kepala Daerah yang bakal dihelat beberapa bulan mendatang. Di sini, peran ulama penting dalam mengarahkan masyarakat agar menyukseskan pemilihan yang adil, damai dan tanpa politik uang.
“Dakwah dan nasihat para ulama, baik secara formal maupun non-formal, diharapkan dapat membantu mewujudkan harapan tersebut,” tambahnya.
Selain itu, Ade juga menyinggung soal Kota Banda Aceh sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI pada September mendatang. Ia berharap, ulama turut mengambil peran mengedukasi warga untuk menjadi tuan rumah yang baik dan menghormati tamu.
“Penting kita tunjukkan jati diri sebagai warga yang santun dengan beradab mulia, sesuai dengan adat dan Syariat Islam,” ujarnya lagi.

Dengan ilmu dan kearifan yang dimiliki, sambung Ade, ulama mampu menyatukan umat dalam berbagai perbedaan. Khusus dalam hal tata kelola Kota Banda Aceh, ia menegaskan ulama berperan sebagai penasihat yang memberikan masukan dan saran kepada pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Untuk diketahui, pengukuhan unsur pimpinan MPU Kota Banda Aceh masa khidmat 2024-2029 ini turut dihadiri unsur Forkopimda, nggota MPU terpilih hasil Musda V yang diselenggarakan pada 16 Mei lalu, serta sejumlah Kepala OPD jajaran Pemko Banda Aceh.
Adapun tiga pimpinan MPU yang dikukuhkan adalah Tgk H Syibral Malasyi sebagai Ketua, Tgk H Muhibban sebagai Wakil Ketua I, dan Tgk Sayed Husein Al-Mahdaly sebagai Wakil Ketua II. []