“Di MSG ada kandungan natrium. Konsumsi yang disarankan adalah 10 miligram per kilogram berat badan. Misal, berat badan 60 kilogram, kita hanya bisa konsumsi enam gram saja atau cukup satu sendok teh per hari,” ujarnya.
Dari hasil penelitian, MSG aman untuk dikonsumsi, bahkan oleh bayi sekalipun, namun dengan dosis yang tepat atau tidak berlebihan. Konsumsi MSG dalam jumlah tertentu dapat mengancam kesehatan pada anak.
Menteri Kesehatan sendiri sudah memberi pernyataan dan meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk menarik produk makanan kemasan yang tidak mencantumkan kandungan MSG atau seberapa membahayakannya bagi kesehatan manusia.
“Usia anak-anak atau masa pertumbuhan lebih sensitif terhadap efek MSG daripada kelompok dewasa. MSG juga dapat menyebabkan menurunnya fungsi otak,” tutur Kunsah.
“Semakin mudah anak mengonsumsi MSG, semakin besar bahaya yang dapat ditimbulkan MSG pada otak sehingga jangka panjang akan mengurangi kecerdasan pada anak,” katanya.
Tiga angka kejadian penurunan fungsi kognitif adalah 0,9 persen pada anak dibawah lima tahun dan 1,94 persen pada anak yang berumur 5-14 tahun. Dari hasil evaluasi langsung terhadap anak usia sekolah, angka kejadiannya 3,8 kali lebih tinggi. Selain itu juga, penggunaan berlebih MSG dapat memberikan efek sitotoksik dan menimbulkan stres oksidatif.