HABADAILY.COM – Penggunaan smartphone secara berlebihan di sebagian besar anak usia sekolah, penting diantisipasi dengan meningkatkan literasi. Salah satu cara efektif adalah melalui seni bertutur, seperti yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Aceh Besar.
Dinas tersebut menggelar lomba bertutur tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah se-Aceh Besar di halaman Dispersip Aceh Besar, Kota Jantho, Kamis (27/06/2024).
Lomba yang digelar Dispersip itu diikuti oleh 23 utusan, bertujuan untuk meningkatkan minat literasi siswa. Sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan dalam bertutur di depan khalayak.
Asisten III Jamaluddin saat membuka lomba tersebut mengatakan bahwa minat baca di Indonesia berdasarkan survei UNESCO pada tahun 2018 masih sangat rendah. Sehingga penting sekali dilaksanakan kegiatan yang dapat meningkatkan kembali minat baca dan semangat mengasah literasi.
"Kegiatan lomba bertutur seperti ini dapat melatih anak-anak kita sejak dini untuk rajin membaca, rajin berlatih, merangsang pola pikirnya serta yang paling penting mengasah keberaniannya untuk tampil di depan publik," katanya.
Ia mengaku khawatir, bahwa lebih dari satu juta orang di Indonesia saat ini diketahui telah menghabiskan waktunya sekitar delapan jam sehari dengan menatap layar smartphone, sehingga yang berkembang hanyalah opini yang jauh dari data dan fakta.
"Maka untuk menghindari hal itu tertular pada generasi kita, mari kita sibukkan mereka dengan kegiatan positif yang dapat merangsang pola pikir yang terampil sebagai bekal masa depan," harapnya.
Untuk itu, ia juga meminta kegiatan yang dilaksanakan oleh Dispersip seperti lomba mendongeng, bercerita, dan bertutur dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Besar, Fazlun mengapresiasi para guru pembina siswa di sekolah dan madrasah yang selama ini telah membina serta mendampingi peserta didik dalam meningkatkan bakat dan minat literasi, sehingga bisa tampil pada ajang lomba bertutur di tingkat kabupaten.
Ia berharap, kegiatan ini juga dapat dilaksanakan di tingkat provinsi.
"Ini merupakan ajang unjuk diri di ruang literasi bagi peserta didik, semoga dapat menjadi media pengembangan diri dan dapat memotivasi sekolah untuk terus menggali potensi peserta didik," harapnya. []