HABADAILY.COM - Gelaran rutin pangan murah kembali berlangsung di Aceh Besar. Kali ini, Pemkab Aceh Besar membuka pangan murah di Komplek Jantho Sport City (JSC) Kota Jantho, Aceh Besar, Sabtu (1/6/2024).
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto mengatakan kegiatan pangan murah ini kolaborasi antara Dinas Pangan Aceh Besar bersama dengan Perum Bulog Kanwil Aceh. Tujuan utamanya untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa ketersediaan dan harga barang pokok sangat aman dan terkendali.
“Yang jelas persediaan kita sangat cukup dan sangat aman, harga juga masih terkendali. Seperti Bulog tidak hanya menyediakan beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) tetapi juga beras premium, masyarakat bisa menikmati dengan harga di bawah harga pasar,” jelasnya.
Iswanto juga menambahkan, pangan murah di komplek lapangan JSC ini merupakan bagian dari bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Expo Aceh Besar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Kota Jantho dan HUT ke-52 Hari Kesatuan Gerak Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG TP PKK).
"Kegiatan ini tidak terlepas dari bagian bazar UMKM Expo Aceh Besar dalam rangka HUT ke-40 Kota Jantho dan HUT ke-52 HKG TP PKK," katanya.
Ia berharap manfaat bazar pangan murah ini bisa dirasakan oleh masyarakat, sekaligus membantu meringankan beban kebutuhan ekonomi masyarakat di saat inflasi ini.
"Semoga kegiatan bazar pasar murah ini bermanfaat bagi masyarakat dan tentunya bisa meringankan beban masyarakat yang sedang terdampak inflasi," tuturnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Alyadi mengatakan dalam pangan murah tersebut, Dinas Pangan Aceh Besar menyediakan sejumlah bahan pokok. Di antaranya, beras 5 Kg Rp50.000, minyak 2 liter Rp28.000, gula 2 kg Rp29.000 dan telur 1 papan Rp47.000. Selanjutnya cabai merah merah besar 1/2 kg Rp28.000, bawang merah 1/2 kg Rp26.000 dan total 1 paket Rp208.000.
Alyadi menyebutkan, saat ini kondisi perekonomian sedang mengalami fluktuasi, hingga berdampak terjadinya inflasi. Kondisi itu berpengaruh pada tingginya harga bahan pangan pokok di tengah-tengah masyarakat.
"Dampak dari inflasi tersebut tentunya sangat membebani kemampuan keuangan rumah tangga, sehingga menyebabkan berkurangnya daya beli masyarakat terutama dari kalangan keluarga kurang mampu atau rumah tangga miskin," katanya.
Alyadi berpesan kepada masyarakat Kota Jantho, agar memanfaatkan momentum ini untuk berbelanja guna memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
"Namun demikian, perlu juga kami ingatkan, berbelanjalah sesuai kebutuhan dan jangan berbelanja berdasarkan keinginan," pungkasnya. []