HABADAILY.COM - Kelompok pejuang Palestina, Hamas mengonfirmasi gencatan senjata sementara antara dua pihak akan berlangsung selama 4 hari.
Hamas membeberkan sejumlah detail kesepakatan dengan Israel, salah satunya menghentikan operasi militer hingga masuknya bantuan kemanusiaan.
"Israel akan menghentikan aksi militer di seluruh wilayah Jalur Gaza, termasuk pergerakan kendaraan militer," demikian pernyataan Hamas yang dibagikan di Telegram, seperti dilansir Al Jazeera, yang ikutib Detik.com, Rabu (22/11/2023).
Dalam pernyataan Hamas disebutkan bahwa kesepakatan gencatan senjata itu mengizinkan sejumlah bantuan masuk ke Gaza, seperti ratusan truk bantuan kemanusiaan, termasuk pasokan medis dan bahan bakar.
Sementara itu, Penasihat Keamanan Nasional Israel Tzachi Hanegbi mengaku pelaksanaan gencatan senjata Israel-Hamas terancam molor, yang menyebabkan pembebasan sandera di Gaza kemungkinan baru bisa dilakukan paling cepat Jumat (24/11) waktu setempat.
Tzachi Hanegbi yang mengeluarkan pernyataan terkait penundaan implementasi gencatan senjata tersebut.
Namun dia menekankan bahwa pembicaraan mengenai pembebasan sandera selalu berlangsung, dan persyaratan untuk membebaskan para sandera yang disepakati dalam kesepakatan Israel-Hamas akan berjalan sesuai rencana.