Namun, dengan pengetahuan yang tepat dan perencanaan yang baik, pada kesempatan ini, kita berhasil memanfaatkan kondisi puncak musim kemarau untuk bersama-sama panen sorgum. Meskipun tantangan yang dihadapi cukup besar, namun berkat kerjasama yang baik dan pemahaman yang mendalam tentang kondisi cuaca dan iklim, kita telah berhasil mencapai hasil yang optimal.
"Ini adalah bukti bahwa dengan pengetahuan dan teknologi yang tepat, kita dapat mengatasi tantangan iklim dan cuaca untuk meningkatkan produksi pertanian," sambungnya.
Pihaknya juga bersyukur dapat bekerjasama dengan peneliti BRIN dalam upaya peningkatan produksi Sorgum di Aceh melalui kegiatan penelitian.
"Kedepan kita akan tingkatkan kolaborasi lintas sektoral dengan mengadakan perjanjian kerja sama dalam hal riset, untuk meningkatkan kualitas penelitian dan ketahanan pangan di Provinsi Aceh.
"Panen ini merupakan bukti nyata bahwa dengan kerja sama yang baik, inovasi yang terus menerus serta pemahaman yang mendalam tentang alam, kita dapat mencapai hasil yang optimal," pungkasnya.
Sebelumnya peneliti BRIN Dr Ir Basri A. Bakar, MSi mengatakan uji coba tanam sorgum varietas Kawali di lahan kering BMKG ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pupuk organik enceng gondok terhadap peningkatan produksi.
"Alhamdulillah hasilnya cukup baik walaupun ditanam di lahan kering, ke depan kita akan lakukan kerjasama di lokasi yang berbeda," ucapnya.
Pihaknya berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari Distanbun Aceh. Pasalnya, harga sorgum di luar Aceh cukup menjanjikan.