HABADAILY.COM, Banda Aceh - Civitas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Aceh, melakukan panen sorgum.
Sorgum yang dipanen tersebut hasil riset dan kolaborasi antara BMKG, BRIN dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Langsa.
"Penanaman sorgum melibatkan mahasiswa FP Unsam dimulai April 2023 hingga bisa dipanen pada (14 Juni 2023).Tim yang terlibat telah berhasil melewati fase tumbuh tanaman sorgum di tengah dinamika atmosfer yang tak menentu," kata Kepala Stasiun Klimatologi Aceh, Muhajir, lewat siaran persnya di terima habadaily.com, kamis (15/06/2023) di Banda Aceh.
Kata Muhajir, lokasi penelitian Stasiun Klimatologi Aceh berada dalam Zona Musim 3 dimana memiliki tipe pola hujan ekuatorial 2, yaitu hanya mempunyai dua musim yang terdiri dari satu periode musim kemarau dan satu periode musim hujan.
Menurutnya, awal musim kemarau 2023 di Indrapuri dan sekitarnya jatuh pada bulan Februari dasarian II dan mulai memasuki puncak musim kemarau pada bulan Juni. Sehingga dikarenakan bertepatan dengan musim kemarau, terpantau saat periode tanam curah hujan di lokasi penelitian masuk pada kategori rendah terkhusus pada bulan April.
"Hal ini juga didukung dengan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) di lokasi penelitian yang semakin panjang," tambahnya.
Lebih lanjut Muhajir menjelaskan, budidaya tanaman sorgum, membutuhkan cukup air pada fase pertumbuhan dan saat pembentukan biji.
"Ini merupakan tantangan tersendiri karena Hari Tanpa Hujan yang relatif panjang dapat mengakibatkan defisit air sehingga tanaman memerlukan treatment khusus," timpalnya.