USK Kukuhkan Enam Profesor Lagi, Ini Kepakaran Mereka

December 28, 2021 - 19:51
Prosesi pengukuhan profesor baru USK.
3 dari 3 halaman

Masih dari ranah kesehatan dan peningkatan kualitas hidup manusia. Prof. Dr. dr. Herlina Dimiati, Sp.A(K) memfokuskan diri pada kualitas kesehatan anak. Dari penelitiannya, Prof. Herlina mendapatkan bahwa kondisi malnutrisi yang terjadi pada awal kehidupan lebih sering berhubungan dengan kelainan metabolik dan penyakit kardiovaskular pada usia dewasa. Sebagai pencegahan, Prof. Herlina menekankan pentingnya promosi kesehatan kardiovaskular pada anak. Pemanfaatan buku Kesehatan Ibu Anak perlu digalakkan dan digunakan oleh tenaga kesehatan pada semua lini terdepan fasilitas kesehatan.

"Riset yang dilakukan oleh Prof. Herlina sangat penting, karena problem percepatan perbaikan gizi masyarakat masih membutuhkan perhatian besar. Kajian ini dapat berkontribusi pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), yaitu mewujudkan bangsa yang berdaya-saing dengan membangun SDM berkualitas. Karena Salah satu agenda pembangunan dalam RPJPN tersebut adalah Program Prioritas pada bidang Kesehatan dan Gizi masyarakat," terang Rektor.

Terakhir, Prof Dr Ir Alfiansyah Yulianur BC merupakan salah satu pakar yang fokus meneliti pengelolaan sumber daya air, terutama yang berhubungan dengan ilmu Hidrologi Terapan. Prof Alfiansyah telah melakukan banyak riset terkait hidrologi terapan, di antaranya Pengaruh Rainfall Interception Loss (kehilangan air hujan akibat intesepsi) oleh Tanaman Kopi Arabika terhadap Hasil Air.

Dari penelitiannya, Prof Alfiansyah menemukan bahwa tanaman Kopi Arabika mengintersepsi 76 persen air hujan tahunan dan memberikan hasil air sebesar 24 persen. Hal ini sangat jauh berbeda dari kehilangan air hujan pada tanaman bahkan hutan hujan sekalipun, yang mengintersepsi hanya berkisar antara 11 persen sampai 30 persen sehingga menyisakan hasil air di atas 70 persen.

"Hasil penelitian Prof Alfiansyah memberikan kita rekomendasi untuk mempertimbangkan konversi hutan menjadi perkebunan Kopi Arabika pada daerah aliran sungai yang sungainya merupakan sumber air untuk kebutuhan air domestik," pungkas Prof Samsul Rizal.

Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Alfiansyah memberikan rekomendasi yang nantinya bisa menjadi acuan kebijakan pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Hasil riset dari Prof. Alfiansyah, para penggiat perkebunan bisa mengatur ulang penataan ruang, misalnya dengan mengatur jarak tanam antar pohon untuk memberikan ruang kosong tempat hujan langsung menyentuh permukaan tanah.

Secara umum, temuan-temuan di bidang ini akan mendukung pelaksanaan pembangunan dalam pengelolaan sumber daya air yang meliputi upaya konservasi sumberdaya air, pendayagunaan sumberdaya air, dan pengendalian daya rusak air.[]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.