Bukan lagi rahasia, bahwa gas-gas hasil pembakaran sampah mengandung polutan yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan akan memicu global warming, hujan asam, dan penipisan lapisan ozon. Belum lagi, kandungan logam berat yang terdapat pada limbah cair, yang bisa menimbulkan berbagai permasalahan cukup serius, termasuk menyebabkan berbagai penyakit bagi makhluk hidup termasuk manusia.
"Penelitian yang dilakukan Prof. Mariana menghasilkan rekomendasi yang sangat penting, yang memungkinkan para pemain industri menciptakan teknologi yang lebih baik bagi lingkungan dengan mengembangkan media pemisahan polutan dalam gas dan pemisahan logam berat dalam limbah cair," jelas Rektor.
Selanjutnya, Prof Dr Nyak Amir SPd MPd. Ia adalah pakar di bidang pendidikan yang fokus meneliti tantang pentingnya pendidikan fisik dan olahraga sebagai instrumen peningkatan kualitas hidup. Prof Nyak Amir juga menemukan bahwa kondisi pembangunan olahraga masih rendah. Kesadaran masyarakat akan budaya olahraga masih juga rendah.
Sehingga Prof. Nyak Amir berkesimpulan, bahwa budaya gerak dan olahraga perlu dilanggengkan. Jika tidak, kualitas hidup masyarakat Indonesia bisa semakin buruk. "Kajian yang dilakukan Prof. Nyak Amir ini dapat menjadi bahan rujukan bagi pemangku kebijakan di Aceh, bahkan di Indonesia agar dapat meningkatkan kembali peranan dan fungsi pendidikan, khususnya pendidikan fisik dan olahraga, dengan tujuan meningkatkan kualitas kesehatan bangsa," ungkap Prof Samsul Rizal.
Sementara itu, Prof Dr dr Syahrul SpS (K) memfokuskan kajiannya pada penanggulangan stroke secara holistik untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Stroke merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit jantung dan kanker yang terjadi di berbagai belahan negara di dunia.
"Prof Syahrul berhasil mendesain program penanggulangan stroke secara komprehensif, holistik dan sinergis, yaitu antara dunia pendidikan kedokteran dan penelitian dengan pelayanan kesehatan yang berbasis kebutuhan masyarakat," kata Rektor.
Prof Syahrul menyimpulkan bahwa untuk melaksanakan program penanggulangan stroke, dibutuhkan kolaborasi, koordinasi, dan sinkronisasi antara berbagai pihak. Dibutuhkan juga berbagai fasilitas, serta persebaran dokter spesialis yang merata di semua rumah sakit rujukan. Prof. Syahrul mendesain manajemen pengelolaan stroke yang harus dilakukan secara komprehensif dan holistic, mulai dari pusat pelayanan kesehatan primer sampai dengan rumah sakit rujukan nasional.
Tidak jauh berbeda dengan para professor tadi, Prof Dr Drs Nurdin MSi juga memiliki kepakaran yang dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Secara umum, Prof. Nurdin meneliti tentang potensi sumber daya tumbuhan dalam menghasilkan senyawa kimia. Ia melakukan isolasi pada berbagai senyawa dan elusidasi struktur dari senyawa tersebut.
Kajian yang dilakukannya menunjukkan ada beberapa senyawa yang memiliki aktivitas unik, dan jika dikembangkan bisa memiliki kegunaan yang luar biasa. Beberapa contoh kegunaannya adalah sebagai antimikrobial, anti fungal, anti malarial, anti viral, antifeedant dan lain-lain.
"Penelitian yang dilakukan Prof. Nurdin sangat berpotensi untuk memperkaya produk inovasi di berbagai bidang. Kajian yang dilakukan Prof. Nurdin juga berpotensi untuk menumbuhkan kembali budaya yang telah lama hilang, yaitu menggunakan sejumlah tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sebagai bahan obat, suplemen kesehatan, serta keperluan lainnya untuk peningkatan kualitas hidup manusia," beber Prof Samsul Rizal.