Prof Samsul Resmi Jabat Ketua ICMI Aceh

Habadaily | Daerah - November 18, 2021 - 20:00
Pelantikan pengurus ICMI Aceh.
HABADAILY.COM | 

Sekretaris Jenderal MPP Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Dr Ir Mohammad Jafar Hafsah IPM dengan resmi melantik Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Aceh Periode 2021-2026. Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU ASEAN Eng dipercayakan sebagai Ketua MPW ICMI Aceh.

Pelantikan tersebut dipsatkan di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Kamis (18 November). "Ini adalah pelantikan offline pertama. Sebelumnya ada 7 pelantikan yang semuanya online. Yang saya harapkan dari Orwil ICMI adalah konsolidasi, nafas dari ICMI itu ada pada Imtaq, Iptek dan Entrepreneur," kata Sekjen ICMI.

Pada kesempatan tersebut, Dr Mohammad Jafar Hafsah mengatakan salah satu tantangan terbesar bagi Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 ialah menurunkan angka kemiskinan. Pemberantasan kemiskinan menjadi pekerjaan tak mudah. Meski demikian bukan tak mungkin jika pertumbuhan ekonomi nasional terus membaik, sesuai dengan target pemerintah, angka kemiskinan juga memiliki peluang besar untuk mengalami penurunan.

"Pada 2045 tersebut pemerintah menargetkan angka kemiskinan telah mendekati nol dan ketimpangan juga telah berada pada angka yang baik dan ideal, demikian juga tingkat pengangguran relatif rendah. Melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif atau merata ke seluruh desil pendapatan, angka kemiskinan akan mencapai 0,02{f08db694f1bc9c62aaae08823708c9dde5fe31decff3e73b00bcc68c1599675c} pada 2045," jelasnya.

Sekjen ICMI menerangkan, tantangan besar lainnya yang juga dihadapi Indonesia dalam mencapai Indonesia Emas 2045 adalah terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam rangka menyiapkan generasi emas Indonesia 2045, dibutuhkan pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas SDM di Indonesia untuk dapat berkompetisi secara global.

Keberhasilan dalam pembangunan pendidikan adalah kunci pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Di samping itu, Sekjen ICMI mendoakan MPW Aceh bergerak dengan baik, kompak dan bermanfaat bagi masyarakat. Tak lupa, ia berharap ICMI Aceh segera memiliki gedung permanen.

"Saya berharap Pak Ketua dapat membangun kantor yang permanen untuk ICMI Aceh. Karena kantor adalah simbol, dan kemungkinan mendirikan perguruan tinggi. Kalau bisa akan bagus sekali," pintanya.

Sementara itu, Rektor USK Prof Samsul Rizal menyampaikan terimakasih kepada semua pihak, yang telah menyukseskan pelantikan MPW ICMI Aceh. Ke depan, ia berharap dukungan semua pihak, agar ICMI Aceh dapat menunjukkan kiprah yang nyata untuk kemaslahatan umat.

"Hari ini kita punya tugas sebagaimana sumpah. Tugas selanjutnya tentunya bagaimana membangun bangsa, dalam menghadapi disrupsi dunia. Pandemi  Covid-19,  telah membawa bangsa ini lebih erat dan kompak untuk keluar dari situasi sulit," ucap Rektor USK.

Ke depan, kata Prof Samsul Rizal, tantangan bangsa lebih besar, terutama di sektor energi, lingkungan dan sebagainya. Apalagi Indonesia akan memasuki periode emas tahun 2045. Untuk itu, setiap elemen bangsa mempunyai tanggungjawab yang sama untuk menjadikan Indonesia Emas 2045 menjadi nyata.

"Indonesia Emas dapat diwujudkan dengan komitmen bersama, berbuat sesuai dengan keahlian dan profesi yang digeluti. Sebagai organisasi yang mengandung kata 'cendikia', ICMI Aceh berikhtiar mencerdaskan anak bangsa. Sebab kita tau, salah satu elemen penting adalah SDM, dan pendidikan merupakan kunci," jelas Prof Samsul Rizal.

Lebih lanjut, Rektor mengungkapkan, khusus untuk Aceh punya tantangan tersendiri, bagaimana mengedukasi masyarakat yang dulunya tumbuh dalam situasi konflik. Namun begitu, perdamaian yang telah terjadi sejak 15 Agustus 2005 menjadi titik bangkit Aceh, untuk belajar dan mempercepat langkah demi kemajuan yang gemilang.

"Alhamdulillah ini bisa dikatakan sebagai kedamaian terlama di abad ke-21. Karenanya mari kita rawat bersama. Tugas kita sebagai cendikiawan adalah memastikan mimpi-mimpi generasi berikutnya harus menjadi kenyataan," pungkas Rektor.

Untuk diketahui, pelantikan kali ini juga disertai dengan sebuah seminar nasional yang menghadirkan 3 pembicara yakni Dr Ir Mohammad Jafar Hafsah IPM, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU ASEAN Eng. dan Prof Dr Moch Najib MAg. Semeninar tersebut mengangkat tema “Membangun Sumberdaya Insani yang Bermartabat Menuju Indonesia Emas 2045”.[]

Share: