Mahasiswa USK Ciptakan Alat Detektor Pernapasan

September 21, 2021 - 20:44
Universitas Syiah Kuala. [Dok. Ist]
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM - Lima mahasiswa Universitas Syiah Kuala dari lintas fakultas menciptakan sebuah alat detektor untuk menentukan suara napas yaitu wheezing, yang sering ditemukan pada penderita Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) dan Asma yang terintegrasi secara real-time dengan gadget.

Peralatan ini dibuat saat mahasiswa tersebut mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC). Mereka diketuai Khalilullah dari Fakultas Kedokteran, beranggotakan Delia Putri Sanur dan Adinda Zahra Ayufi Ramadhani dari Fakultas Kedokteran, Muhammad Yusuf Kardawi dari Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro dan Komputer dan Fawzi Linggo dari Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro.

Pembuatan alat detektor ini dibimbing oleh dosen Fakultas Kedokteran Universitas USK, dr. Budi Yanti. Menurutnya, adanya perakitan alat detektor ini karena masih banyak terjadi perbedaan persepsi di kalangan tenaga kesehatan dalam menentukan suara wheezing dengan pasti, pada pasien dengan kelainan obstruksi saluran napas seperti PPOK dan Asma, hanya dengan menggunakan stetoskop biasa.

"Sehingga diharapkan alat ini dapat membantu tenaga kesehatan dalam menemukan wheezing pada pasien PPOK dan Asma," kata Khalilullah, dalam keterangan resminya, Selasa (21/9/2021).

Ia menjelaskan, peran kecerdasan buatan dalam dunia kedokteran memiliki potensi pengembangan dan peningkatan dalam deteksi dini penyakit, penurunan angka kesakitan dan kematian penyakit saluran napas di masa yang akan datang. Salah satu keuntungan dari detektor ini yang dapat diterapkan dalam bidang pulmonologi adalah mampu menentukan suara wheezing dengan pasti berdasarkan pada frekuensi tertentu.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.