Dinsos Aceh Jamu Enam Nelayan yang Sempat Ditahan Thailand

July 18, 2020 - 16:38
Para nelayan Aceh yang sempat ditahan Otoritas Thailand.

HABADAILY.COMEnam nelayan Aceh yang ditangkap otoritas negara Thailand pada awal tahun 2020, kini dibebaskan dan sudah tiba di Banda Aceh, Sabtu (18/7). Sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, para nelayan tersebut sudah tiba di Aceh dan dijamu dinas sosial Aceh sebelum,

Ke enam nelayan tersebut yaitu  Abdul (15 tahun), Ikbal (15 tahun), Mawardi (15 tahun), Israkil (17 tahun), Hamdan (16 tahun), dan Mustafa (17 tahun).

Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri mengatakan proses pendampingan masih terus dilakukan melaui kementerian luar negeri karena masih tersesisa sisa 24 orang lagi yang masih menjalani proses hukum di Thailand.

“Kita terus berupaya yang sudah diputuskan masa tahanan dapat pengurangan, sehingga mereka juga dapat dibebaskan,” sebut Alhudri.

Al-hudri berharap, para nelayan Aceh dapat menjaga batas perairan, sehingga tidak melewati batas negara saat mencari ikan. Selain itu, pemilik kapal juga diharapkan tidak memperkerjakan anak di bawah umur.

Kalaulah bisa, adek-adek di bawah umur jangan bekerja dulu. Sekolah lah, kalau menjadi nelayan jadilah nelayan yang handal, tentunya dengan bersekolah dulu, sarannya.

Mawardi, salah satu nelayan yang telah di bebaskan tersebut, mengaku sangat senang dapat kemabli ke kampung halaman. Sebelumnya ia ditahan di rumah Detensi Imigrasi IDC Bangkok bersama kawannya.

Selama di rumah tersebut, para nelayan ini mengaku pernah dikunjungi warga Aceh, dan memeri bantuan pakaian. “Ada warga Aceh yang datang ke kami dan memberikan kami bantuan pakaian, dan juga ada yang memberi uang,” sebut Mawardi.

Nahrawi Noerdin, warga Aceh yang ikut membantu pembebasan para nelayan ini, mengaku sangat senang karena anak-anak di bawah umur dikembalikan dan tidak diproses hukum. Sebelumnya, dirinya bersama  seorang parlement narathiwat Thailand dan pengusahan di Singopre sempat mengujungi para nelayan ini.

“Kita berharap yang belum dibebaskan agar terus didampingi sehingga dapat segera dipulangkan,” harap Nahrawi.[]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.