Menristek Resmikan Mesin Fraksinasi Nilam Unsyiah

February 28, 2020 - 19:04
Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengunjungi Nino Park Unsyiah, sebuah kawasan pembibitan nilam yang berada di Sektor Timur Kampus Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh.
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM—Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) yang juga Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof Dr Bambang Brodjonegoro meresmikan Mesin Distilasi Molekuler (MD) dan Fraksinasi Nilam skala industri di Atsiri Research Center (ARC)-Pusat Unggulan Iptek (PUI) Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, pada Jumat pagi (28/2/2020). Unit mesin ini berada tepat di area belakang kantor ARC yang berhadapan dengan Fakultas Teknik Unsyiah.

Bambang mengatakan langkah Unsyiah untuk hilirisasi minyak nilam bukan hanya membantu petani, tetapi juga telah meningkatkan nilai tambah nilam. Mesin ini nantinya dapat melakukan penyulingan nilam, sehingga hasilnya dapat digunakan oleh pelaku industri kosmetik dan parfum dunia.

Di masa lalu lanjut Bambang, minyak nilam diekspor lalu diolah di luar negeri, dan dibeli kembali oleh pelaku industri yang membutuhkan nilam di Indonesia. Ia mengapresiasi langkah Unsyiah bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang mendirikan mesin fraksinasi, sehingga mengurangi ketergantungan impor serta dapat langsung menjual nilam ke pemakai akhir. Langkah ini juga memberikan manfaat besar bagi petani nilam di Aceh. Bahkan, memperkuat posisi Aceh yang bertrasnformasi menjadi kawasan industri baru.

“Saya mengapresiasi civitas dan peneliti Unsyiah. Langkah ini telah memenuhi tujuan dari riset dikti, yaitu menghadirkan inovasi tepat guna bagi masyarakat dan menumbuhkan nilai tambah hilirisasi serta peningkatan ekspor.”

Bambang berharap, langkah ini dapat diterapkan di komoditas lainnya di Aceh sehingga memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi tinggi Kemenristek/BRIN, terkhusus BPPT yang telah membantu Unsyiah dalam mengembangkan riset dan inovasi, terutama riset nilam Aceh. Kerja sama ini menurutnya merupakan salah satu bentuk peningkatan sinergitas antar Lembaga Kaji Terap dengan perguruan tinggi.

Ia berharap, kerja sama ini dapat meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sehingga semakin meningkatkan kualitas, kapasitas, dan kompetensi secara lebih merata.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.