Nova Minta Presiden Realisasikan Butir MoU Helsinki

February 22, 2020 - 20:50
Jokowi menghadiri acara Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa Bireuen, Sabtu (22/2/2020).
2 dari 3 halaman

Selain itu, kata Plt Gubernur, percepatan realisasi investasi Uni Emirat Arab di Aceh juga sangat dibutuhkan masyarakat Aceh, demi meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan. Karena itu, ia berharap presiden dapat membantu investasi tersebut dapat beroperasi di Aceh.

Demi meningkatkan peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi, kata Nova, saat ini Aceh juga membutuhkan aksesibilitas dengan dunia internasional. "Termasuk dengan India sebagaimana yang telah disepakati Bapak presiden bersama Perdana Menteri India."

Dalam kesempatan itu, Nova berterimakasih atas kehadiran Presiden beserta para menterinya di Bumi Serambi Mekkah.

Ia juga berterimakasih atas sejumlah bantuan, seperti benih, alat pertanian, hewan ternak, alat pengolah limbah medis, serta 2500 sertifikat tanah kepada masyarakat yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Menanggapi sejumlah persoalan yang disampaikan tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan, membutuhkan waktu untuk menjawab sejumlah persoalan butiran perjanjian Helsinki yang disampaikan Plt Gubernur dan sejumlah tokoh Aceh lain yang menjumpainya.

"Beri waktu saya untuk menjawab, karena apapun akan didiskusikan dalam rapat-rapat terbatas yang selalu kita lakukan bersama menteri. Saya sudah paham terkait apa yang telah disampaikan," kata Jokowi.

Terkait Dana Otonomi Khusus, Presiden meminta agar semua pemangku kepentingan di Aceh dapat mengelola anggaran tersebut dengan baik dan tepat sasaran. Ia yakin, jika anggaran tersebut dapat dikelola dengan baik, maka sejumlah persoalan ekonomi di Aceh dapat diselesaikan.

 "Jadi saya titip kepada Gubernur dan bupati wali kota agar penggunaan APBD harus fokus dan tepat sasaran. Dan saya sampaikan, angka kemiskinan 14 persen itu besar, jadi selesaikan dulu masalah itu  dengan desain program-program unggulan," kata pria yang akrab disapa Jokowi itu.

Senada dengan Plt Gubernur Aceh, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga komitmen untuk terus melakukan pembangunan infrastruktur, khususnya di Aceh.

"Kemarin saya lihat progres pembangunan jalan tol, saya kaget kecepatannya luar biasa, baru 14 bulan dikerjakan sejak saya ground breaking. Dan soal pembebasan lahan sudah berjalan 90 persen lebih, ini tanda masyarakat Aceh sangat ingin infrastruktur segera selesai," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan infrastruktur mutlak dibutuhkan demi percepatan distribusi barang dan manusia. Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini masih lamban dibandingkan dengan negara lain. Sehingga kecepatan mobilitas barang dari suatu daerah ke daerah lain pun terhambat.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.