Aksi Bidan Desa Ini Mengesankan Sekda Aceh

December 9, 2019 - 14:48
Bidan Ermayati.
2 dari 2 halaman

Yang acap terjadi, lanjutnya, para bidan desa telat mengambil keputusan merujuk ibu hamil beriko tinggi, sehingga penanganan terlambat dan meninggal dalam proses persalinan. Kasus-kasus terlambat rujuk seperti itu umumnya akibat bidan desa tidak memantau kondisi ibu hamil beresiko tinggi sehingga tidak sigap mengambil keputusan yang diperlukan, urai Taqwallah.

Sedangkan Bidan Ermayati yang wilayah kerjanya di bawah Puskesmas Kecamatan Bies telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Ia berhasil mengidentifikasi ibu hamil, dan melakukan pemeriksaan berkala, sehingga mengetahui ibu hamil resiko tinggi yang harus ditangani dokter ahli di rumah sakit.

Menurut Sekda Taqwallah, bidan desa yang bekerja dengan hati-hati dan bertanggung jawab harus mendapat perhatian selayaknya. Ia pun menyarankan kepada Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah untuk mematau kinerja seluruh bidan desa. Mereka yang kinerja bagus dan sigap bertindak seperti Bidan Ermayanti itu selayaknya mendapat penghargaan. Penghargaan tersebut bisa saja berupa sertifikat namun dapat memotivasi bidan-bidan desa yang lain," ujar Taqwallah.

Selain menganjurkan adanya penghargaan kepada bidan desa yang telah bekerja dengan baik, Sekda Taqwallah juga menilai Bidan Ermayati telah melaksanakan gerakan BEREH sebagaimana yang dianjurkan. "Saya senang melihat Poskesdes ini sudah BEREH; bersih, rapi, estetis, dan hijau," puji Taqwallah dan kemudian berfoto bersama sang bidan desa itu.[]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.