Produk UMKM Banda Aceh Masih Butuh Promosi

October 2, 2019 - 00:06
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin | FOTO:IST

HABADAILY.COM - Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Tenaga Kerja menggelar Pelatihan Standarisasi Produk Industri Kecil. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pelaku UMKM di Banda Aceh dan akan berlangsung selama tiga hari.

"Produk dari UMKM di Banda Aceh pada dasarnya memiliki kualitas. Hanya saja, lanjutnya produk-produk tersebut masih butuh promosi agar dikenal lebih luas,"Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin membuka kegiatan ini, Selasa (1/10/2019) di Hotel Rasamala, Banda Aceh.

Kata Zainal, seperti Bakpia ini, rasanya lezat sekali. Lebih lezat dari Bakpia yang Saya bawa pulang beberapa hari lalu sebagai oleh-oleh untuk Saya,” ujar Cek Zainal

Keberadaan produk UMKM ini juga dinilai Zainal Arifin jadi solusi untuk mendukung sektor pariwisata, dimana produk-produk lokal tersebut menjadi sesuatu yang diburu para wisatawan saat berlibur ke Serambi Mekkah.

“Selama ini yang dikenal orang luar itu Kuah Beulangong, Mie Aceh dan makanan lainnya yang tidak bisa dijadikan oleh-oleh karena tidak tahan lama. Nah, produk-produk ini jadi solusi untuk oleh-oleh bagi wisatawan,” tambah Zainal Arifin.

Katanya, cita rasa dan kelezatan saja tidak cukup untuk membuat produk-produk di Banda Aceh lebih dikenal hingga ke nusantara bahkan ke manca negara. Lanjutnya, setiap produk itu butuh usaha promosi yang gencar sehingga bisa dikenal lebih luas.

Pemko sendiri, lanjut Cek Zainal terus berupaya keras mendorong pelaku UMKM di Banda Aceh lebih berdaya. Karenanya, kegiatan pelatihan seperti yang digelar Disnaker tersebut dinilai menjadi kegiatan penting.

“Kegiatan seperti ini menjadi penting, untuk memberdayakan pelaku UMKM kita. Lewat kegiatan ini kita harap produktivitas dan mutu produk mereka semakin meningkat,” harap mantan Anggota DPRA ini.

Ia mengatakan, selain menggelar berbagai pelatihan, Pemko juga akan mempermudah pengurusan izin usaha bagi pelaku UMKM.

“Kita akan permudah izin usaha bagi mereka, jika memungkinkan akan kita gratiskan. Pertama kita minta usaha mereka terdaftar. Setelah terdaftar secara bertahap akan kita bina agar mereka bisa go internasional,” kata Cek Zainal.(mkk)

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.