Meskipun demikian, pihak keluarga tidak pernah menyekolahkan Raja di sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus, seperti Sekolah Luar Biasa. Sebab penyakit tersebut hanya menyerang fisiknya saja, sementara fungsi tubuhnya yang lain berjalan normal.
Di rumah, Raja juga dikenal sebagai anak yang cerdas. Ia mampu mengoperasikan komputer dengan baik. Sejak SMA Raja sudah belajar menggambar dengan aplikasi yang ada di komputer. “Saya perhatikan bakatnya memang di IT, sejak SMA dia sudah bisa menggambar pesawat di laptopnya,” ungkap Leni.
Di Unsyiah, Raja lulus melalui jalur afirmasi. Ia lulus di jurusan Manajemen Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Raja sengaja memilih jurusan tersebut karena anak pertama dari empat bersaudara ini bercita-cita ingin menjadi programmer. Sebuah impian yang coba Raja wujudkan, meskipun hanya bisa duduk di kursi roda.
Saat ditanya mengapa, Raja menjawab singkat. Ia hanya ingin menjadi manusia yang bermanfaat. Raja ingin membuka lapangan kerja bagi orang lain khususnya di bidang teknologi informasi. “Saya ingin berwirausaha di bidang IT, biar bisa membuka lapangan kerja bagi banyak orang,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Raja tidak mau hanya bermimpi. Di rumah ia terus berlatih mengoperasikan berbagai aplikasi komputer. Selama ini semuanya dipelajarinya secara otodidak. Maka setelah kuliah di Unsyiah, Raja ingin lebih serius menekuni bakatnya tersebut.