Tuanku M Athaya  Berjuang Menjadi Programmer di Kursi Roda

August 30, 2019 - 18:12
Rektor Unsyiah menyambangi Raja yang duduk di kursi roda.
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM—Dari 6.440 mahasiswa baru Universitas Syiah Kuala yang mengikuti Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (Pakarmaru) di halaman Masjid Jami Kopelma Darussalam, sosok Tuanku M Athaya cukup menarik perhatian. Pasalnya, Raja begitu ia disapa, adalah salah satu mahasiswa baru Unsyiah dengan kondisi disabilitas.

Suara tepuk tangan pun bergemuruh saat Rektor menghampiri Raja, lalu mendorong kursi rodanya agar bisa berfoto bersama ribuan mahasiswa baru Unsyiah lainnya.

Meskipun kondisi fisiknya terbatas, tidak membuat putra dari  Tuanku Eddy Rinaldi ST ini berkecil hati. Raja tetap bersemangat mengikuti kegiatan pengenalan kampus tersebut. Sesekali ia turut bertepuk tangan bersama ribuan mahasiswa lainnya.

Hari itu, Raja tidak datang sendiri. Tapi ditemani oleh sang ibunya, Leni Marlina SE MM. Kepada Humas Unsyiah, Leni bercerita bahwa Raja mengalami kelumpuhan sejak kecil. Hal ini disebabkan penyakit langka yang menyerang tubuhnya, yaitu Spinal Muscular Atrophy (SMA).

SMA adalah penyakit yang disebabkan oleh mutasi atau kerusakan pada gen. Salah satu gejalanya adalah, kelemahan pada otot-otot penyangga tubuh. Seperti lengan, punggung ataupun tungkai dengan kekuatannya bervariasi. Leni pun harus berbesar hati, karena penyakit yang sama juga menyerang adiknya Raja. “Kita sudah berusaha berobat kemana-mana, tapi memang katanya sulit disembuhkan,” ucap Leni.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.