Penyair senior asal Aceh, Medya Hus
2 dari 2 halaman
"Saat menyenandungkan syair-syair itu masih secara spontan. Kami hanya diberi materi dan konsep saja mengenai apa yang harus disampaikan. Lalu kami melihat keadaan sekitar dan langsung spontan mengucapkannya," ujar Medya.
Medya menjelaskan, selama ini para penyair lebih memilih untuk menyampaikan syairnya secara spontan daripada menulis, karena kesulitan untuk menghafal.
Medya dan rekan-rekannya kini bahkan mencoba untuk melakukan regenerasi agar anak-anak muda di Aceh bisa meneruskan dan melestarikan tradisi seumapa ini.
"Kalau sekarang cuma bertiga, ada satu lagi sudah meninggal. Tapi kami sedang mencoba untuk meregenerasikan," ujarnya.
Ikuti Saluran Habadaily via WhatsApp.
Follow
Ikuti Berita Habadaily di Google News.
Follow