HABADAILY.COM - Penantian, ikhtiar dan doa Muhammad Fauzi, warga Idi, Aceh Timur, akhirnya berakhir setelah 14 tahun smong (tsunami) melanda Aceh. Pasalnya, jasad abangnya, Faisal Ridha, yang hilang dalam bencana ie beuna (tsunami) pada 26 Desember 2004 silam akhirnya ditemukan di Dusun Lamseunong, Kajhu, Aceh Besar pada Rabu (19/12/2018) lalu.
Saat ditemukan, jasad Faisal Ridha tidak sendiri. Ada 44 jenazah lainnya terkubur di liang yang sama di kawasan kompleks perumahan di Lamseunong tersebut. Abang kandung Muhammad Fauzi ini dapat diidentifikasi setelah ditemukan kartu identitas di kantong jenazah.
Selain Faisal Ridha, warga juga menemukan KTP Merah Putih milik Mariam Husin warga Ule Jurong Baroh Simpang Tiga Sigli, dan SIM Sri Yuniza asal Sei Karang. Warga juga mendapat KTP Burhanuddin warga Lambada Lhok di salah satu jenazah yang diketahui terkubur di lokasi, setelah pekerja komplek perumahan menggali safety tank.
Fauzi kepada wartawan, Rabu (26/12/2018) mengaku awalnya ragu jika jasad Faisal tersebut adalah saudara kandung yang dicarinya selama ini. Saat itu, dia baru mendapat selentingan kabar dari media online dan media sosial.
Selang waktu beberapa jam, Fauzi kemudian mendapat telepon dari perangkat Gampong Lamseunong, Kajhu, yang memberitahukan tentang temuan jenazah atas nama Faisal Ridha.