Pengerahan sistem rudal ini diumumkan ketika hubungan Moskow dan Kiev kembali tegang setelah angkatan laut kedua negara terlibat konfrontasi di Selat Kerch, Laut Hitam, pada Minggu (25/11).
Kapal penjaga pantai Rusia sempat melepaskan tembakan ke arah kapal militer Ukraina hingga melukai sejumlah pelaut. Kremlin mendasari manuvernya itu lantaran kapal Ukraina disebut berkeras melintasi perairan itu dan mengabaikan peringatan.
Namun, menurut Ukraina, Rusia menembaki kapal-kapalnya setelah mereka memutuskan untuk memutar balik keluar dari perairan itu.
Akibat kejadian itu, Presiden Ukraina Petro Poroshenko menetapkan status darurat militer selama 30 hari. Dia menganggap manuver Kremlin di Laut Hitam sebagai bentuk agresi baru terhadap negaranya.
Poroshenko bahkan menganggap negaranya kemungkinan terlibat perang terbuka lantaran agresi yang dilakukan Rusia.
"Negara ini dalam ancaman akan terlibat perang terbuka dengan Rusia," kata Petro, seperti dilansir CNN, Rabu (28/11).