Usai Resmikan Masjid, Relawan Korban Gempa Lombok Meninggal

September 1, 2018 - 11:53
Prosesi pemakaman m.rukman di mapala unisi UII. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi
2 dari 3 halaman

"Langsung kami larikan ke Posko Kesehatan MER-C yang tak jauh dari lokasi peresmian masjid. Sempat mendapatkan pertolongan pertama tetapi kemudian dinyatakan meninggal dunia. Diduga penyebab kematiannya karena kecapekan dan diduga ada serangan jantung," urai Jois.

Jois menerangkan Boni yang bergabung dengan Mapala UNISI sejak tahun 80 an ini melakukan sejumlah program kemanusiaan untuk korban gempa di Lombok Utara. Bersama anggota Mapala UNISI lainnya, lanjut Jois, Boni membuat sanitasi air atau pipanisasi air untuk kebutuhan air bersih bagi korban gempa di Lombok Utara.

"Kami menyalurkan air dari mataair Batubara untuk 16 dusun yang ada di Desa Gumantar. Selain itu kami juga melakukan evakuasi dan pencarian jenazah, evakuasi rumah warga yang rusak, distribusi bantuan, trauma healing, membuat sekolah darurat, dapur umum, dan terakhir kami mendirikan masjid di sana," papar Jois.

Jois menjabarkan sosok almarhum Boni memang dikenal sebagai sosok relawan yang sangat peduli terhadap kemanusiaan. Almarhum, sambung Jois, turut membantu saat tsunami di Aceh, gempa di Padang, erupsi Gunung Merasi, gempa di Bantul, erupsi Gunung Kelud, gempa di Pidi, Aceh, terakhir penanganan gempa di Lombok.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.