Panglima TNI Mendapat Gelar Adat di Aceh

August 4, 2018 - 16:51
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mendapat gelar adat dari Wali Nanggroe Aceh. Gelar adat Srililawangsa ini diberikan karena Hadi Tjahjanto dianggap banyak berkontribusi menjaga perdamaian dan menciptakan stabilitas negara dan jauh dari berbagai ancaman.

Srililawangsa ini merupakan gelar adat tertinggi yang diberikan kepada instansi militer oleh lembaga adat di Aceh. Wali Nanggroe yang merupakan lembaga adat di Aceh, memandang pantas untuk diberikan gelar tersebut kepada Panglima TNI.

Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar mengatakan, gelar yang diberikan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto merupakan yang pertama kali, setelah terbentuk lembaga Wali Nanggroe sejak tahun 2013 lalu.

“Penganugerahan gelar ini kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, karena telah berperan menjaga perdamaian di Aceh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Malik Mahmud Al-Haytar, Sabtu (4/8/2018).

Penganugerahan gelar Srililawangsa ini berlangsung di Pendopo Wali Nanggroe Aceh. Sebelum penganugerahan, Panglima TNI terlebih dahulu dipeusijuk (tepung tawari) oleh Majelis Adat Aceh (MAA), Plt Gubernur Aceh dan terakhir Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar.

Setelah itu Wali Nanggroe Aceh memasangkan selendang, menyematkan pin dan memasangkan siwah (rencong khas Aceh) di pinggang panglima dan panglima juga menggunakan pakaiana adat Aceh. Pemasangan ini sebagai bentuk pemberian gelar adat tertinggi Aceh Srililawangsa.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.