HABADAILY.COM – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mendapat gelar adat dari Wali Nanggroe Aceh. Gelar adat Srililawangsa ini diberikan karena Hadi Tjahjanto dianggap banyak berkontribusi menjaga perdamaian dan menciptakan stabilitas negara dan jauh dari berbagai ancaman.
Srililawangsa ini merupakan gelar adat tertinggi yang diberikan kepada instansi militer oleh lembaga adat di Aceh. Wali Nanggroe yang merupakan lembaga adat di Aceh, memandang pantas untuk diberikan gelar tersebut kepada Panglima TNI.
Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar mengatakan, gelar yang diberikan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto merupakan yang pertama kali, setelah terbentuk lembaga Wali Nanggroe sejak tahun 2013 lalu.
“Penganugerahan gelar ini kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, karena telah berperan menjaga perdamaian di Aceh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Malik Mahmud Al-Haytar, Sabtu (4/8/2018).
Penganugerahan gelar Srililawangsa ini berlangsung di Pendopo Wali Nanggroe Aceh. Sebelum penganugerahan, Panglima TNI terlebih dahulu dipeusijuk (tepung tawari) oleh Majelis Adat Aceh (MAA), Plt Gubernur Aceh dan terakhir Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar.
Setelah itu Wali Nanggroe Aceh memasangkan selendang, menyematkan pin dan memasangkan siwah (rencong khas Aceh) di pinggang panglima dan panglima juga menggunakan pakaiana adat Aceh. Pemasangan ini sebagai bentuk pemberian gelar adat tertinggi Aceh Srililawangsa.
Lalu Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerahkan sertifikat gelar yang diberikan oleh lembaga Wali Nanggroe Aceh. Nama Panglima TNI pun sudah bisa menyematkan Panglima TNI Srililawangsa Marsekal Hadi Tjahjanto.
“Srililawangsa yang diberikan oleh lembaga Wali Nanggroe Aceh. Sudah menjadi tradisi bila ada tokoh besar datang ke Aceh, akan dipeusijuk,” ungkap Nova Iriansyah.
Nova menyebutkan, sudah pantas Panglima TNI diberikan gelar adat, karena telah berkontribusi mempertahankan kedaulatan NKRI. Semoga dengan pemberian gelar adat ini akan memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa.
“Keamanan di Aceh cukup kondusif, tugas pembangunan berjalan lancar. Prajurit TNI juga banyak membantuk, seperti membuat jalan tembus dan juga di bidang pertanian,” ungkap Nova.
Sementara itu Panglima TNI Srililawangsa Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku cukup bersyukur bisa mendapatkan gelar adat ini. Ia merasa saat ini semakin dekat dengan rakyat Aceh.
“Saya sangat terhormat mendapatkan gelar ini. Saya merasa saat ini bagian dari masyarakat Aceh yang agamis penuh kekeluargaan,” ungkapnya.
Menurutnya, Aceh memiliki andil besar dalam menghantarkan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Apa lagi Aceh telah menyumbang pesawat yang menjadi modal awal untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.
“Rakyat Aceh itu dikenal gagah berani dan heroik serta pantang menyerah dalam melawan penjajahan dulu,” ungkapnya.
Katanya, pemberian gelar adat ini bukan hanya membanggakan pada dirinya sendiri. Akan tetap ini menjadi kebanggan untuk seluruh prajurit di Aceh, maupun prajurit lainnya di seluruh Indonesia.
“Sehingga seluruh prajurit nantinya akan terus bekerja untuk membantu Aceh, terutama membuat jalan di daerah-daerah terpencil, sehingga hasil bumi bisa diangkut,” tutupnya.[acl]