Sayembara BKSDA Aceh untuk Tangkap Pembunuh Gajah Bunta

June 11, 2018 - 14:33
2 dari 3 halaman

"Pelakunya biadab ini, Bunta ini gajah yang paling berani di antara gajah di CRU Serbajadi lainnya saat bertugas jika terjadi konflik satwa liar dengan manusia, tetapi malah dibunuh dan diambil salah satu gadingnya, kita berharap agar pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," jelasnya.

Bunta, sambung Sapto, dulunya ditangkap saat masih liar dan dilatih untuk menjadi gajah jinak. Selama dua tahun ini Bunta bertugas saat konflik antara satwa liar dan manusia. "Dulu masih ada kebijakan boleh tangkap satwa liar untuk dilatih, tetapi sekarang tidak boleh lagi berlaku sejak 2008," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seekor gajah Sumatera jinak di CRU Serbajadi, Aceh Timur bernama Bunta mati dengan cara diracun. Mirisnya, sebuah gadingnya pun hilang. Kejadian ini terjadi di CRU Serbajadi, Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, Sabtu (9/6/2018) kemarin.

Hal ini diketahui pagi tadi sekira pukul 08.00 WIB. Seperti diketahui, CRU itu sendiri adalah unit yang menangani konservasi khususnya penanganan konflik antara manusia dengan satwa liar.

Diduga, pelaku memberi makan Bunta dengan buah mangga dan pisang yang sudah dimasukkan racun ke dalamnya. Setelah buah buah itu dimakan, gajah tersebut mati dan pelaku mengambil salah satu Gading gajah dengan memotong bagian pipi gajah.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.