Meskipun begitu, tambah wali kota, kemaksiatan tak mungkin dibersihkan sekaligus namun dilakukan secara bertahap. Pihaknya juga akan senantiasa menggandeng para ulama. “Jika ada kealpaan mohon kami ditegur. Mohon dukungan penuh juga dari mayarakat agar visi ‘Banda Aceh yang Gemilang dalam Bingkai Syariah’ dapat kita wujudkan bersama,” ungkapnya.
Terkait dengan keberadaan Gepeng, wali kota mengungkapkan mayoritas dari mereka berasal dari luar kota. “Yang warga kita sudah dibantu baik berupa dana maupun pelatihan agar nanti mereka bisa mandiri. Sedangkan yang berasal dari luar dan sudah diamankan petugas akan kita bina untuk selanjutnya dikembalikan ke daerah asalnya.”
Ia pun mengajak masyarakat agar tidak memberikan sumbangan kepada pengemis terutama bagi mereka yang kerap beraktivitas di persimpangan jalan. “Selain dapat mengganggu arus lalu-lintas, juga berbahaya bagi keselamatan mereka sendiri. Jika ingin bersedekah, lebih baik diantarkan langsung ke rumah mereka masing-masing,” pesan Aminullah.
Tausiah dan zikir bersama yang digelar rutin setiap Jumat malam kali ini menghadirkan Tgk HM Nur Hasballah asal Pidie Jaya sebagai penceramah agama, dan Tgk H Tu Bulqani Tanjungan yang memimpin zikir dan doa bersama. Sebelum dimulainya acara, Aminullah didampingi Wakil Wali Kota Zainal Arifin turut menyerahkan bantuan tikar masjid/meunasah bagi 18 gampong yang mewakili sembilan kecamatan se-Banda Aceh. [jp/rel]