HABADAILY.COM - Puluhan murid SMA 4 Banda Aceh mengikuti simulasi pencoblosan calon kepala daerah pada Sabtu (19/11/2016) di sekolah tersebut. Simulasi itu merupakan bagian dari edukasi pemilih pemula Pilkada 2017.
Dalam simulasi itu, puluhan murid SMA 4 diberikan kertas suara. Mereka kemudian masuk ke bilik suara, mencoblos, lalu memasukkan kertas suara ke dalam kotak suara. Usai mencoblos, pemilih pemula itu juga mencelupkan jari kelingking dengan tinta sebagai bukti pencoblosan.
Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Hendra Fauzi mengatakan, simulasi pencoblosan bagi pemilih pemula penting dilakukan. Minimal, lanjut Hendra, pemilih pemula tidak salah dalam mencoblos dan menggunakan suaranya.
Sebelum simulasi dilakukan, dalam kegiatan yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsyiah bekerja sama dengan KIP Aceh itu, murid SMA 4 juga diberi pembekalan terkait pendidikan pemilu dan pemilih.
"Kalian harus menggunakan suara yang kalian punya sebaik mungkin supaya pemimpin yang terpilih itu orang yang baik juga," kata Hendra kepada murid SMA.
Sementara itu, Radhi Darmansyah, Koordinator Prodi Ilmu Politik Unsyiah bercerita mengenai sejarah aceh dan peraturan khusus yang didapat Aceh usai GAM-RI berdamai. Ia juga mengimbau agar pemilih pemula mencari tahu tentang calon yang akan dipilihnya, termasuk visi-misi calon.
"Jadi kalau seorang calon sudah terpilih, kalian bisa tagih janji itu," ujarnya. Ia berpesan agar pemilih memantau dan mengawasi Tempat Pemungutan Suara di gampong agar tidak terjadi kecurangan.[ahf]