Unsyiah Jalin Kerjasama dengan Unibraw

May 27, 2016 - 16:50
Foto by www.travyde.com

HABADAILY.COM – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) jelin kerjasama dengan Universitas Brawijaya (Unibraw) dalam upaya pelestarian Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Jalin kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama  yang dihadiri oleh Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng dan Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama Unibraw, Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, MS yang berlangsung di ruang kerja Rektor Unsyiah, Jumat (27/05/2016).

Menurut Rektor Unsyiah, kerjasama ini akan dilaksanakan dalam bentuk pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya masyarakat. 

Unsyiah juga ingin anak-anak di Pulau Jawa dapat mengenal Aceh, khususnya tentang keistimewaan kawasan ekosistem Leuser. Jadi, nantinya dapat dilakukan pertukaran mahasiswa dan kolaborasi penelitian.

“Selama ini yang sudah bergerak mempelajari kawasan hutan lindung tersebut yaitu, Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi FKIP dan prodi Biologi FMIPA Unsyiah. Oleh karena itu, sangat tepat kalau Unibraw menggandeng Unsyiah dalam mengkaji Leuser sekaligus memikirkan cara pelestariannya,” ujar Prof Samsul.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Unibraw menjelaskan, sebelumnya Unibraw sudah membangun kerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) membicarakan persoalan lingkungan, termasuk membahas tentang TNGL. Sekarang Unibraw mengajak Unsyiah untuk sama-sama mendalami dan melestarikan kawasan Leuser.

“Unsyiah merupakan salah satu universitas lokal di Aceh yang paham tentang daerahnya. Maka sangat penting Unibraw menjalin kerjasama tentang bagaimana melestarikan ekosistem Leuser seperti harimau yang ada di Leuser. Jadi, kami berharap program ini akan berkesinambungan meskipun dalam MoU tertera hanya 5 tahun. Namun, kerjasama tersebut sangat memungkinkan untuk diperpanjang,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Leuser merupakan salah satu kawasan suaka margasatwa yang luasnya mencapai 1 juta hektar lebih. Diperkirakan ada sekitar 89 spesies langka dan dilindungi berada di Taman Nasional Gunung Leuser, di antaranya orangutan sumatra,  badak sumatera, harimau sumatera, gajah sumatera, beruang madu, rangkong papan, ajag, dan siamang.

Selain itu, taman nasional tersebut meliputi ekosistem asli dari pantai sampai pegunungan tinggi yang dikelola dengan sistem zonasi guna dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.[acl]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.