“Dengan data yang baik pula, maka kita akan bisa berlari lebih kencang untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Madani. Siapapun nanti yang memimpin Banda Aceh ke depan, kita sudah menyiapkan sistemnya, salah satunya dengan SIPBM Online ini,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Illiza menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras membangun aplikasi ini.”Semoga SIPBM Online bermanfaat luas bagi masyarakat dan kami siap mentransfer aplikasi ini ke pemerintah kabupaten/kota lainnya demi Aceh yang lebih baik ke depan.”
Untuk proses pendataannya, Asisten Administrasi Umum Setdako Banda Aceh M Nurdin, menjelaskan, dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan peran serta masyarakat dan perangkat gampong.
Tahun ini, proses sinkronisasi data dan informasi pembangunan mencakup empat bidang dan satu layanan, yakni kependudukan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi serta layanan administrasi pemerintahan gampong.
Database yang dikelola langsung oleh pemerintah gampong ini akan menyediakan informasi by name by address secara lengkap, tepat, akurat, dan aktual. Dengan begitu, Pemko Banda Aceh dapat memetakan daerah-daerah langsung ke kantong permasalahannya.”