HABADAILY.COM – Ketua Solidaritas Perempuan (SP) Aceh, Ratna Sari menginginkan agar perempuan juga dilibatkan dalam mitigasi dan penanggulangan bencana. Keinginan itu ia sampaikan kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Tgk. Muharuddin dalam sesi diskusi pada sidang Kaukus II di AAC Dayan Dawood, Jumat (18/9/2015) malam.
Berdasarkan hasil pantauan, Solidaritas Perempuan Aceh di Bener Meriah dan Aceh Besar, belum ada keterlibatan perempuan yang signifikan terhadap proses pembangunan dan mitigasi pengelolaan bencana alam.
Menurut Ratna, peran perempuan dalam mitigasi bencana penting karena ketika bencana, perempuan banyak terkena dampaknya. Dampak bencana terhadap perempuan tidak hanya secara ekonomi, tapi juga sosial.
“Misalnya dalam sebuah bencana seorang suami meninggal, kan itu berdampak pada perempuan dan anak. Kebutuhan perempuan juga hanya perempuan yang mengerti dan lebih peka, misalnya soal pembalut,” kata Ratna saat diwawancarai habadaily.com.