“Aktor intelektual harus segera diungkap. Harus diakui juga Munir juga telah menyelesaikan konflik Aceh,” teriaknya.
Sementara itu penanggungjawab aksi, Hendra Sahputra mengatakan, selama ini pemerintah baru mengungkapkan pelaku lapangan, akan tetapi aktor intelektual hingga sekarang belum terungkap.
Mirisnya lagi, kata Koordinator Kontras Aceh, Presiden Jokowi telah memberikan pembebasan bersyarat kepada pelaku lapangan pembunuh Munir. Ini merupakan bentuk preseden buruk dalam penegakan HAM di tanah air ini.
“Seharusnya pembunuh lapangan munir yang dibebaskan bersyarakat itu menjadi pintu masuk untuk mengungkapkan aktor intelektul,” imbuhnya.
Oleh karena itu, peserta aksi mendesak Pemerintah Indonesia dibawah komando Jokowi-JK untuk segera menuntaskan kasus pembunuhan Munir. Termasuk sejumlah dugaan pelanggaran HAM lainnya yang terjadi pada bangsa ini dimasa lalu.