HABADAILY.COM – Belasan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) di Aceh menggelar aksi peringatan tewasnya pejuang HAM, Munir, Senin (7/9) di Simpang Lima, Banda Aceh. Aksi solidaritas ini menutut pemerintah agar menuntaskan pelanggaran HAM masa lalu.
Aksi yang berlangsung dibawah pengawalan ketat pihak kepolisian sempat menyita perhatian pengguna jalan yang sedang melintas. Karena ada sebuah baliho besar berukuran 6x4 bergambar wajah Munir diletakkan pada pagar tugu Simpang Lima, Banda Aceh.
Pada aksi ini hadir dua orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Bardan Saidi dan Kautsar yang dikenal dekat dengan Munir. Dalam orasinya, Bardan Saidi mengatakan publik harus tau bahwa masih lemahnya penegakan HAM di Aceh dan Indonesia. Pemerintah diminta untuk mengungkapkannya dan menyelesaikan secepatnya.
“Penegakan HAM adalah harga mati, pemerintah harus segera mengusut tuntas pelanggaran HAM masa lalu,” ucap Bardan Saidi dalam orasinya.
Orator lainnya, Risman Rachman mengatakan, melupakan kasus pelanggaran HAM Munir merupakan melupakan sejarah Aceh dan Indonesia. Oleh karena itu, kasus kematian Munir harus segera diungkap aktor intelektual.